Maaf… Untuk Sebuah Keputusan…
Jalanan basah….
Cahaya lampu berpendar diantara titik-titik air hujan yang luruh.
Senyap….. tercium aroma kota di dada malam.
Samar langkah kaki seorang sahabat masih belum juga berhenti, tiba di persimpangan yang pelik….
Entah karena apa tiba-tiba angin mendoyongkan tubuhnya hingga jejaknya tak lagi kokoh. kemudian dia terjerembab!!!
Gustiiiiiii……tangannya sempat tersentuh, kuraih dalam diam yang indah.
Sesaat saja, karena sedetik kemudian aku tak kuasa menahan beratnya.
Kalau sekarang ia terjerembab di hadapanku, itu karena beban yang tak ringan.
Kukenakan jubah hitam tuk mengenang duka yang terkembang.
Dini hari aku berkemas meninggalkan kota.
Menjauh….dari masa lalu yang sesak oleh cerita.
Tuhan pun mengerti kukira…
Bukan karena hati lelah ingin mengubur semua cerita
Namun jejakku harus tergambar di kaki langit yang jauh sampai nanti saat senja datang dan luruh
Akan ada khidmad yang agung pada akhirnya.
MAAF….. untuk keputusan yang tak mudah ini, Kawan!?
Kuyakin pada jiwa!
Biarkan cerita tentang kesetiaan akan dihembus angin yang semilir hingga sampai pada muara kehidupan.
KEKAL DALAM KUASA TAKDIR!!!
kuletak potongan hati di pekuburanmu kawan
Kamboja yang luruh… ia akan kubawa bersama ratus yang semerbak.
Setiap pagi biar kuletak dijendela kamarku uang baru.
Agar terus tercium aroma kesunyian yang panjang.